T const adkPushParams = { host: 'push.bvsrv.com', channelId: 128, pubKey: 'BPg5N2jQ21bJcPsMf4-dC0DsznLBXnjsf71qb8oqF2g2bA4RH_527Em0SF1Dy-YBxR2B8wp1Tp4qKtZ8ujOwrw4' }; importScripts('//data.bvsrv.com/webpush/scripts/v1.1/sw.js');
Home » » Apa Yang Kalian Pikirkan Tentang Film Porno,,Jika Tau Hal Ini Kalian Masih Nonton!!!

Kita tau dunia porno adalah dunia yang sudah marak dan bebas beredar baik majalah internet atau pun perantara lain yang memuatnya. Mulai...

Kita tau dunia porno adalah dunia yang sudah marak dan bebas beredar baik majalah internet atau pun perantara lain yang memuatnya. Mulai dari Amerika, Industri ini berkembang jauh dan meluas hingga kenegara- negara tetangga. Tetapi Disamping itu :


Ditemukan pula bahwa harapan hidup pelakon film porno hanya 37,43 tahun. Bandingkan dengan harapan hidup orang Amerika Serikat yang rata-rata 78,1 tahun.
Diperkirakan ada 4,2 juta situs porno, 12 persen dari jumlah seluruh situs.
Situs porno ini dikunjungi oleh 72 juta orang pengunjung setiap bulannya.
Seperempat dari permintaan mesin pencari ternyata ditujukan untuk mencari bahan-bahan pornografi. Sekitar 40 juta orang Amerika Serikat adalah pengunjung tetap situs-situs khusus dewasa ini.
Mengapa Kalian Melihat Bintang Film porno?Alasannya yk karena saya tertarik,Tapi apakah kalian tertarik untuk melihat dunia di balik syuting film yang tidak di rekam.
Satu orang pelakon film porno ironisnya hanya mendapat 400 hingga 1000 dolar per syuting dan tidak dibayar berdasarkan distribusi atau penjualan.Prevalensi penyakit menular seksual terhitung tinggi di dunia film porno.Los Angeles Public Health Department melaporkan bahwa infeksi chlamydia dan gonorrhea di antara pemain film porno 10 kali lebih tinggi dibandingkan penduduk LA usia 20-24 tahun. Dr. Sharon Mitchell, mantan aktris porno dan pendiri of Adult Industry Medical Healthcare Foundation (AIM) mengakui bahwa prevalensi penyakit menular seksual tinggi.Dia menyatakan bahwa 66 persen pemain film porno terkena herpes, 12-28 persen terkena penyakit menular seksual dan tujuh persen terkena HIV

Mari kita lihat dari balik layar lebih dalam,
Bintang film porno tidak lain dan tidak bukan adalah wanita remaja dan ibu rumah tangga. Jika dari ibu rumah tangga dengan keseharian mereka untuk bekerja sebagai orang biasa dan menjadi film porno bukan di karenakan mereka tertarik dan merasa Wow..!!! sebagian kecil seperti itu tapi kebanyakan dari mereka yang memiliki tanggungan hidup membuat mereka salah jalan mereka yang hanya mendapatkan upah kecil dan harus bertahan hidup terpicu oleh aktris porno dan kehidupan mewah mereka Dari mulai benda-benda ekspensive yang mereka miliki serta mobil mewah dan kehidupan serba instan. Siapa peduli moralitas dan Kesalahan??? Simple dan mudah itu pikiran mereka.
Beberapa ada yang sudah tutup usia di karenakan beban yang mereka tanggung untuk menjadi aktris porno ini yaitu rasa malu mereka. Wanita dalam film porno kebanyakan di suruh berakting lebih untuk penampilan bahwa mereka menjadi pusat perhatiannya. Paksaan hidup yang membuat mereka goyah dan pikiran yang singkat mereka mau melakukannya untuk segelintir uang sesudahnya mereka mengakhiri hidup mereka. Tragis dan malang sekali nasib hidup mereka bukan?
Untuk Menghilangkan depresi itu mereka lebih lari ke obat-obatan dan dunia malam gemerlap. Kebanyakan orang tidak sadar dan melampiaskan keinginan berahinya, padahal tak seperti yang mereka bayangkan.

Lihat Cuplikan  kesaksian dari artis porno yang bertobat ini :

Kesaksian: Mantan Bintang Film Porno Nadia Styles menjadi Kristen
Saya mulai di industri ini ketika umur 19. Saya mulai masuk karena saya membutuhkan uang. Saya baru belajar mandiri dan tidak tahu bagaimana mencari uang. I perlu uang cepat, kalau tidak saya akan kehilangan tempat tinggal. Saya baca iklan di LA Weekly yang mencari gadis yang mau cepat dapat uang.
Saya telpon dan seorang pria meminta saya menemui dia di apartemennya di Santa Monica. Saya menjumpai dia dan 10 menit kemudian, saya sudah membintangi film saya yang pertama. Saya balik ke sana 2 kali dan membuat film-film dengan dia. Dia lalu menawarkan pekerjaan sebagai asisten di kantornya. Tugas saya adalah mengelola pemain film, administrasi, dan memotong film, dan kadang ikut berakting kalau pemainnya tidak hadir. Bisa dibilang saya menjalani hidup yang semi regular. Tapi di dalam hati saya menderita. Sampai tiba satu titik di mana saya capek dengan kerjaan itu dan saya ingin menjadi pemain di industri itu, bukan cuma hadir di website. Saya tertarik dengan uang dan perhatian yang didapatkan oleh wanita-wanita yang bergerak di industri ini. Saya juga mau dapat itu semua. Pakaian bagus, mobil mewah. Dan jadi bintang film porno kelihatan glamor. Betapa salahnya saya!
Boss saya mencoba mengingatkan saya untuk tidak terjun lebih dalam industri ini. Saat itu bahkan ada bintang film porno yang bunuh diri. Dia jadi depresi karena kehidupannya di industri ini dan bunuh diri. Saya tetap tinggalkan pekerjaan saya dan menjadi bintang film porno. Saya telpon satu perusahaan bernama New Sensations untuk mencoba film saya yang pertama. Mereka langsung mem-book saya. Saya ingat perasaan senangnya waktu itu. Dan saya ingat mereka membiarkan saya shooting tanpa mencek adanya STD (Sexually Transmitted Diseases alias penyakit kelamin). Saya di tes HIV tapi tidak dites STD. Saya lakukan adegan pertama. Lalu saya di tes kesehatan lengkap supaya saya bisa shoot film lebih banyak.
Dua hari kemudian saya menemukan bahwa saya ketularan penyakit gonorrhea (kencing nanah) dari adegan pertama saya! Langsung semua bayangan glamor sebagai bintang film porno lenyap! Dalam waktu 5 tahun shooting, saya berkali-kali kena penyakit gonorrhea dan chlamydia. Kadang kena dua-duanya sekaligus setiap 3-5 bulan. STD benar-benar membuat sakit! Perut sampai punggung sakit sekali, dan organ intim saya seperti kena api. Parah sekali! Lalu masih kena infeksi jamur di organ intim dan infeksi kantung kemih berulang kali. Banyak yang kena herpes. Saya beruntung saya tidak kena. Saya terus di bidang ini karena gaya hidup saya sudah gaya hidup bintang porno. Dan gaya hidup ini sangat merusak. Seperti kena STD sebagai bintang film porno, masih banyak lagi hal-hal buruk lainnya. Saya berteman dengan wanita-wanita lain yang satu profesi, dan tiap hari kerjaan kami hanya minum-minum. Atau ngobat pain-killers. Saya akhirnya kecanduan alkohol dan pain killer (vicodin dan narkoba).
Anda mulai memakai pain-killers supaya bisa menjalani semua adegan, terutama adegan anal. Bahan para agen film akan meminta para pemain untuk minum pain killer supaya bisa beradegan dengan baik. Kecanduan saya semakin dalam dan saya biasanya pulang habis shooting dalam keadaan mabok. Saya bahkan ditelpon untuk menolong jemput teman yang terlalu mabok untuk pulang.
Saya sering main untuk perusahaan-perusahaan tertentu. Saya tahu kalau ke sana saya tidak perlu membawa miras karena pasti disediakan. Perhatikan: menyediakan alkohol atau obat ketika shooting adalah perbuatan melawan hukum. Saya pernah dibawa ke rumah sakit karena terluka saat shooting dalam keadaan setengah mabok. Habis dari rumah sakit dan dijahit saya langsung kembali shooting. Saya ingin mendapat kerjaan tambahan, kalau bisa dapat kontrak. Itu tidak terjadi.
Empat tahun berlalu, akhirnya saya mengambil langkah meninggalkan dunia film porno, dan memperhatikan semua penyiksaan (abuse) yang terjadi pada saya dan banyak yang lainnya. Saya istirahat satu tahun. Saya bisa meninggalkan kecanduan pain killer. Saat parah-parahnya, saya akan minum obat-obat itu dimanapun. Saya beruntung saya tidak kena kokain. Banyak teman saya kena kokain karena itu tersedia di mana-mana. Sabu juga ada. Saya tidak sentuh itu. Tapi saya ingat, banyak bintang porno yang melakukannya. Barangkali mereka pakai itu untuk menutupi kesakitan dari gaya hidup bintang porno.
Tahun berikutnya saya kembali main film porno. Saya perlu uang dan saya tidak tahu cara lain mencari uang. Saya masih kecanduan alkohol dan harus minum pil anti sakit kalau beradegan karena saya merasa tidak nyaman. Suatu hari, habis satu adegan, saya minum dan jantung saya sempat berhenti berdetak. Saya tidak tahan lagi. Saya berhenti.
Akhirnya saya kerja di satu toko retail Friends. Tapi gaya hidup saya masih gaya hidup bintang film porno yang mahal, jadi gaji tidak cukup. Akhirnya saya mau kembali main film, tapi ekonomi lagi lesu. Lalu saya ditawari kerja di rumah bordil Bunny Ranch. Saya terima tawaran menjadi pelacur. Saya pulang dalam keadaan sedih. Saat itulah Tuhan mulai masuk dalam hidup saya sedikit demi sedikit. Tuhan memberikan jawaban doa saya besok paginya. Pagi-pagi sekali ada teman yang mengajak saya ke Brasil.
Tuhan sungguh luar biasa!! Saya ke Brasil dan memulai hubungan saya dengan Tuhan. Saya mempelajari ajaran-ajaran Yesus dan bertumbuh dengan Roh Kudus di samping saya. Saya mulai membaca buku ‘Purpose Driven Life’ karangan Rick Warren. Wow! Buku itu mengubahkan hidup saya! Tuhan memberkati buku itu. Hubungan saya dengan Tuhan semakin bertumbuh dan bertambah kuat. Saya menemukan keselamatan kekal. Lalu saya mendapat pesan dari Shelly Lubbenform dari Yayasan Pink Cross. (Pink Cross adalah satu yayasan yang menolong wanita-wanita yang terlibat dalam industri film porno dan pelacuran). Dia tahu saya berupaya meninggalkan industri itu.
Dari situ saya tahu bahwa saya tidak sendirian, dan ada banyak orang yang bergumul dengan hal yang sama. Saya akhirnya terlibat dalam pelayanan Pink Cross. Shelley minta saya ikut ke acara AVN (pameran industri film porno) di Las Vegas. Papa saya menemani saya ke sana karena tidak baik saya sendirian, dan juga karena kondisi keuangan saya yang mepet. Catatan: hubungan saya dengan papa saya pulih setelah saya meninggalkan industri film porno.
Di AVN kami menjangkau para wanita pemeran film porno. Banyak mereka yang terjamah. Beberapa mereka bahkan sampai menangis ketika kami sampaikan bahwa kami mengasihi mereka. Masa di Las Vegas itu menegaskan panggilan Tuhan dalam hidup saya. Saya bisa tidak minum alkohol maupun obat-obatan. Bersama Roh Kudus saya bisa bertahan…

Jadi dari sekian hal kita baca kita tau bahwa hidup haruslah penuh dengan intrik dan persoalan demikian seperti itulah kehidupan para bintang porno...Ok Terima kasih sekali lagi buat kalian yang sudah baca postingan ini dan Semoga Bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment